
Dubai (alaswaq.net) – Kuwait Finacial House mengatakan bahwa Lembaga Keuangan Islam akan mengambil peran penting dalam recovery perekonomian Asia. Hal ini melihat pandangan positif para investor muslim terhadap pertumbuhan pasar Asia dan rasio pengembalian modal yang lebih baik dibanding Eropa dan Amerika.
Dalam wawancara melalui telepon, anggota direksi Lembaga Keuangan Islam di Kuala Lumpur Paljit Grewal mengatakan,“Permintaan dana investor yang digunakan untuk pembangunan infrastruktur, seperti: Tenaga Pembangkit Listrik, Real Estate, dan Bank, – sesudah tumbuh diluar Asia – ternyata memiliki resiko yang besar ketika mengahadapi krisis keuangan global saat ini”.
Menurut data dari Agen Bloomberg, jual beli sukuk menurun. Terlihat sukuk yang terbit pada tahun 2007 mencapai US $ 31 milyar turun menjadi US $13.9 milyar pada tahun 2008. Padahal pada tahun-tahun sebelumnya jumlah penerbitan sukuk selalu bertambah, seperti pada tahun 2000 sukuk yang terbit mencapai US $2.2 milyar meningkat menjadi US $5.8 milyar pada tahun 2004.
Sedangkan jual beli obligasi Islam merangkak naik, dari US $ 144 juta pada bulan Januari kemarin, menjadi 1.9 milyar pada bulan Maret, dan bertambah lagi pada bulan ini menjadi berkisar US $ 2 – 3 milyar.
Menurut Grewal, turunnya jual beli sukuk pada akhir-akhir ini disebabkan turunnya harga real estate, yang secara tidak langsung berpengaruh pada tarif asuransi. Akan tetapi jual beli sukuk untuk pembangunan infrastuktur seperti, listrik atau air tidak mengalami penurunan.
Negara asia yang pertama kali menerima pelayanan jual beli sukuk pada sektor ini adalah Indonesia, sesuai tujuh kali permintaan yang diajukan. Sedangkan malaysia akan mengarahkan jual beli sukuk pada sektor kebutuhan pokok seperti beras dan kelapa sawit. http://www.alaswaq.net/articles/2009/07/29/26439.html

