Oleh: muslimindonesia | Oktober 31, 2007

Pendidikan Kita

Pendidikan Kita

Menurut survey Political and Economic Risk Consultant (PERC), kualitas pendidikan Indonesia berada pada urutan ke-12 dari 12 negara ASEAN (lih. http://www.mii.fmipa.ugm.ac.id/new/?p=121). Data di atas hanyalah salah satu poin yang menggambarkan betapa buruk kualitas pendidikan yang kita miliki. Tentu standar yang digunakan oleh LSM-LSM tersebut adalah standar pendidikan sekuler materialistik.

Diakui atau tidak, paradigma pendidikan sekuler-materialistik ini telah masuk dalam sendi-sendi pemikiran sebagian besar pemegang kebijakan di Negara kita. Bukan merupakan kesalahan ahli-ahli pendidikan kita. Tetapi hal ini lebih dikarenakan dominasi pemikiran global yang di-handle oleh Barat. Out-put dari pendidikan ini sangat bagus. Muncul ahli-ahli medis, programmer-programer handal, ekonom-ekonom terkenal, politisi-politisi yang cerdik, dan lain sebagainya.

Tetapi ada satu hal yang menyebabkan sistem pendidikan ini dinyatakan gagal. Sistem pendidikan ini tidak mampu membentuk karakter-karakter terpuji yang dulu menjadi budaya Indonesia. Sehingga hasil yang diharapkan menjadi kontradiktif dengan kenyataan yang ada. Sistem ini justru memunculkan ahli-ahli yang sering melakukan manipulasi. Kejahatan semakin rapi karena yang melakukan adalah para ahli. Konflik yang sering terjadi antara kriminolog elit ini akhirnya menyebabkan kerusakan di Indonesia, baik kerusakan sistem sosial maupun kerusakan alam.

Bertolak dari hal ini, maka sistem pendidikan tersebut harus diganti dengan sistem pendidikan yang integral. Sebuah sistem pendidikan yang mampu bersinergi dengan sistem sosial lainnya. Sehingga tidak akan ada benang pemisah antara sistem pendidikan dengan sistem tatanegara, politik, ekonomi, geografi, dan lain sebagainya. Integralitas ini akan kita temukan dalam Islam. Allah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara kaffah (keseluruhan), dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 206).

Note: Tentang Kami


Beri tanggapan

Your response:

Kategori