Sekedar iseng biar g’ seperti burung beo, yang ngomong tapi g’ paham arti apalagi sumbernya. Biasanya orang salat, imamnya menyeru “sawwu shufufakum, fainna taswaiyatash shufufi min tamamish shalah” Baca Lanjutannya…
Menyempurnakan Shaf dalam Salat
Ditulis dalam Sepercik Pandangan | Tag:menyempurnakan shaf, salat, shaf
Pelajaran Tentang Uang (Pandangan Saya Terhadap Harta)
Oleh: Ustadz Anis Matta, Lc
Bismillahirrahmaani rrahiim
Ikhwan dan Akhwat sekalian,
Alhamdulillah kita dipertemukan oleh Allah di pagi hari ini, walaupun kemarin saya ragu-ragu, apakah saya bisa hadir hari ini atau tidak. Istri saya sakit demam berdarah dan dirawat di rumah sakit hingga hari ini. Alhamdulillah, hari ini ada perbaikan sedikit dan bisa ditinggal. Selain itu, rasanya sudah rindu sama antum semuanya karena cukup lama tidak kesini. Sebenarnya saya punya rencana kunjungan ke sini pada bulan Januari yang lalu dalam rangkaian jaulah ke 13 DPW bersama 13 pengurus Bidang Kaderisasi dan Bidang Pembinaan Wilayah. Rencana itu dibatalkan karena saat itu sedang musim pesawat jatuh, jadi ada 8 DPW yang kita pending perjalanannya termasuk ke kota Pekan Baru ini.
Ikhwah sekalian. Baca Lanjutannya…
Ditulis dalam Mutiara Kehidupan | Tag:anis matta, harta, kaya, pelajaran tentang uang, uang, uang dalam islam
We Will Not Go Down (Song for Gaza) by Michael Heart
Ditulis dalam Video | Tag:Michael Heart, palestina, song for gaza, we will not go down
Ujian Tingkat 4 Univ Al-Azhar Kairo
Ditulis dalam Sepercik Pandangan | Tag:al-azhar, Falsafah, Kairo, Mufassirin, Ujian
Download Ebook 1
Download Software 1
Keyakinan Bersanding dengan Amal Perbuatan
Saya mohon penjelasan mengenai :
1. Silsilah Nabi Muhammad saw
2. Mengapa kita harus selalu bersaksi bahwa Tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adlh utusan Allah ?,kalo kita yakin & percaya, maka hal itu tdk perlu sll diucapkan kan?krn dgn sendirinya Allah akan tau.
3. Apa isi ka’bah?? Kenapa naik haji merupakan slh satu rukun islam?, sbgmn diketahui bahwa islam mengharamkan menyembah patung atau bentuk2/bangunan2 selain Allah?
Besar harapan saya agar Bpk mau merespon dan menjawab pertanyaan saya, atas perhatianya saya ucapkan terima kasih. Baca Lanjutannya…
Ditulis dalam Dari Kami Untuk Anda | Tag:haji, keyakinan dan amal, paganisme, silsilah nabi, syahadat
Sejarah Ulum Al-Qur’an II: Fase Merintis Pembukuan Ulum Al-Qur’an
Berakhirnya kekhalifahan Umar bin Khatab merupakan babak baru fase Ulum Al-Qu’ran. Walaupun belum dituliskan dalam sebuah buku, ulum Al-Qur’an sudah mulai berkembang. Sehingga bisa juga disebut sebagai masa perintisan pembukuan Al-Qur’an. Masa ini berlangsung sejak Usman bin Affan memimpin sebagai khalifah sampai masa awal Bani Umayyah.
Pada zaman Usman bin Affan kekuasaaan Islam telah tersebar meliputi daerah-daerah selain Arab yang memiliki sosio-kultur berbeda. Hal ini menyebabkan percampuran kultur antar daerah. Sehingga ditakutkan budaya arab murni termasuk didalamnya lahjah dan cara bacaan menjadi rusak atau bahkan hilang tergilas budaya dari daerah lainnya. Implikasi yang paling ditakutkan adalah rusaknya budaya oral arab akan menyebabkan banyak perbedaan dalam membaca Al-Qur’an. Baca Lanjutannya…
Ditulis dalam Ulasan Ilmiah | Tag:perintisan pembukuan, sejarah, ulum al qur'an
Sejarah Ulum Al-Qur’an I: Masa Sebelum Pembukuan
Sudah masyhur bahwa Rasulullah Saw dan para sahabat mengetahui Al-Qur’an dan ulûm-nya sebagaimana diketahui oleh para ulama sesudahnya. Bahkan perngetahuan keduanya lebih tinggi.
Hal ini dikarenakan Rasulullah Saw adalah satu-satunya manusia yang menerima wahyu Al-Qur’an dari Allah. Sesudah menerima wahyu, Rasulullah menyampaikannya kepada para sahabat-sahabatnya dengan pelan-pelan dan penjelasan-penjelasan yang dapat dilihat dari 4 sisi: perkataannya, tingkah-lakunya, sifat-sifatnya, dan ketetapan-ketetapannya. Oleh karenannya, para sahabat lebih mudah menghafal dan memahami Kitab Agung ini. Baca Lanjutannya…
Ditulis dalam Ulasan Ilmiah | Tag:pembukuan, sejarah, ulum al qur'an
Menguak Perbedaan Muhkam dan Mutasyabih
Untuk mendapatkan kebenaran sudah sewajarnya fungsi akal digunakan. Dan sudah menjadi kesepakatan bersama bahwa seluruh hasil dari sebuah proses berfikir akan selalu berbeda antara satu dan lainnya. Sehingga problemnya, bagaimana cara umat ini memahami Islam jika dalam memahami Al-Qur’an selalu terdapat perbedaan pendapat.
Bermula dari sinilah muncul beberapa orang yang berpendapat tentang relatifisme kebenaran, termasuk kebenaran Al-Qur’an. Karena pemahaman Al-Qur’an tidak akan lepas dari peranan akal. Sedangkan kebenaran akal adalah relatif. Baca Lanjutannya…
Ditulis dalam Kandungan Al-Qur'an | Tag:Muhkam dan Mutasyabih, pasti dan relatif

